Mentan Amran Copot Pejabat Terbukti Judol, KAMMI: Patut di Ikuti Kementrian Lain

JAKARTA — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengapresiasi langkah tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mencopot secara permanen 13 pejabat Kementerian Pertanian yang terbukti terlibat judi online.
KAMMI menilai keputusan tersebut merupakan bentuk keberanian seorang pemimpin dalam menjaga integritas birokrasi dan memastikan aparatur negara tidak terjebak dalam perilaku yang bertentangan dengan disiplin, etika, dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. Pencopotan dilakukan setelah laporan ditelusuri dan diverifikasi, sehingga keputusan tersebut tidak semata-mata didasarkan pada tuduhan.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP KAMMI Aulia Furqon, mengatakan bahwa ketegasan seorang pemimpin justru terlihat ketika ia mampu menempatkan prinsip di atas kedekatan personal maupun kepentingan kelompok.
“Kami mengapresiasi ketegasan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Bagi kami, seorang pemimpin tidak cukup hanya pandai membuat kebijakan, tetapi juga harus berani menegakkan disiplin dan integritas di lingkungan yang dipimpinnya. Ketika ada pejabat yang terbukti melakukan pelanggaran, maka tidak boleh ada kompromi,” ujar Aulia Furqon.
Menurut KAMMI, sikap Amran menunjukkan karakter muslim negarawan: memiliki keberanian moral, menjaga amanah jabatan, serta menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok.
Terlebih, Amran menyampaikan bahwa pemberian sanksi tegas merupakan bagian dari tanggung jawab seorang pimpinan untuk membina bawahannya menjadi aparatur yang lebih baik. Sikap tersebut menunjukkan bahwa ketegasan dan pembinaan bukanlah dua hal yang bertentangan.
“Kami melihat ada nilai keteladanan dalam sikap Pak Amran. Ketegasan tidak harus lahir dari kebencian, tetapi bisa menjadi bentuk tanggung jawab dan kepedulian seorang pemimpin terhadap institusi dan orang-orang yang dipimpinnya. Ini sejalan dengan prinsip kepemimpinan dalam Islam: amanah, adil, tegas terhadap kemungkaran, dan berpihak pada kemaslahatan,” lanjutnya.
KAMMI berpandangan bahwa praktik judi online merupakan persoalan serius yang tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat merusak integritas aparatur dan kepercayaan publik terhadap institusi negara. Karena itu, langkah pemberantasan harus dilakukan secara konsisten, transparan, dan berdasarkan proses pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
KAMMI juga mendorong seluruh kementerian dan lembaga negara untuk memperkuat sistem pengawasan internal, pendidikan integritas, serta pembinaan aparatur. Jangan sampai birokrasi negara menjadi ruang toleransi bagi perilaku yang merusak moral, kedisiplinan, dan profesionalitas ASN.
“Negara membutuhkan pejabat yang bersih, profesional dan memiliki integritas. Kami berharap ketegasan seperti ini menjadi budaya dalam pemerintahan. Jangan ada kompromi terhadap korupsi, penyalahgunaan kewenangan maupun perilaku yang merusak integritas aparatur negara,” tegas Aulia Furqon.
KAMMI menilai keberanian mengambil keputusan yang tidak populer demi menjaga marwah institusi merupakan salah satu karakter penting muslim negarawan yang dibutuhkan Indonesia hari ini.
KAMMI: Tegas dalam prinsip, adil dalam proses, dan amanah dalam menjalankan kekuasaan.
